Dia melantunkan semuanya padaku;
Banyak tulisan, banyak ruangan, banyak apa yang disebut mewah
Disitu ada tumpukan ide yang terlalu lama mengendap, dibalik jeruji yang mengatasnamakan kuasa
Saat suaranya menggema dikhalayak
“akulah yang akan mewujudkan mimpimu, akulah tempatmu menaruh keinginan dan akulah yang akan membuat kita kaya karena kita kaya”
Bak noda yang sama dengan bercak, semuanya tersusun tak terpeduli
Semuanya kelabu tak berwarna.
Huh…dia melanjutkan lantunan sendunya…
Kudatangi anak tangga yang lain, penuh warna warni
Terlalu kemilau, silau, menyakitkan mata terlebih hati
Tetangganya masih memilih butir beras di pembuangan sampah
Adik kandungnya masih menjadi penganggur tetap
Mertuanya harus dikafani dengan selendang sutra mas kawinnya
Kau tahu rasanya …..?
Author: Hadi Ld
Jumat, November 27, 2009
Senin, November 23, 2009
Bahasa Indah Untukmu
Sayang, disini aku menulismu dengan bahasa indah yang waktu itu tak berwaktu untuk aku katakan.
Barisan kata ini bukanlah puisi yang akan berjanji untuk mengobati rindumu disaat kau merasakannya, tidak pula sebagai tanda mata atau hadiah sepeninggal aku.
Namun jangan cemas melatiku sayang, kau akan mampu mengartikan ini setelah ingat raut parasku yang terlukis disudut hati dan kenanganmu…
Sayang, aku tak ingin suatu saat aku berkata “melatimu” pada seseorang
Aku tak ingin pula bercerita sendirian tentang kita. Jadilah melati yang berduri namun tumpul untukku. Selalulah tegar untuk pagari warna putihmu jangan sampai retak.
Melati sayangku,
Jadilah seperti yang aku minta. Agar ku suatu saat aku bisa selalu menjaga serta menghirup wangimu.
Karena kamu yang kuinginkan itu adalah kamu yang hanya cantik untukku. Kamu yang kuinginkan itu adalah kamu yang tidak semua orang bisa menikmati keindahanmu, serta kamu yang bila merajuk sadar bahwa rajukmu itu penawarnya ada padaku,dan kamu yang kuinginkan itu adalah kamu yang tak pernah berhenti mencintaku…
author: Hadi Ld
Barisan kata ini bukanlah puisi yang akan berjanji untuk mengobati rindumu disaat kau merasakannya, tidak pula sebagai tanda mata atau hadiah sepeninggal aku.
Namun jangan cemas melatiku sayang, kau akan mampu mengartikan ini setelah ingat raut parasku yang terlukis disudut hati dan kenanganmu…
Sayang, aku tak ingin suatu saat aku berkata “melatimu” pada seseorang
Aku tak ingin pula bercerita sendirian tentang kita. Jadilah melati yang berduri namun tumpul untukku. Selalulah tegar untuk pagari warna putihmu jangan sampai retak.
Melati sayangku,
Jadilah seperti yang aku minta. Agar ku suatu saat aku bisa selalu menjaga serta menghirup wangimu.
Karena kamu yang kuinginkan itu adalah kamu yang hanya cantik untukku. Kamu yang kuinginkan itu adalah kamu yang tidak semua orang bisa menikmati keindahanmu, serta kamu yang bila merajuk sadar bahwa rajukmu itu penawarnya ada padaku,dan kamu yang kuinginkan itu adalah kamu yang tak pernah berhenti mencintaku…
author: Hadi Ld
Langganan:
Postingan (Atom)
