Dia melantunkan semuanya padaku;
Banyak tulisan, banyak ruangan, banyak apa yang disebut mewah
Disitu ada tumpukan ide yang terlalu lama mengendap, dibalik jeruji yang mengatasnamakan kuasa
Saat suaranya menggema dikhalayak
“akulah yang akan mewujudkan mimpimu, akulah tempatmu menaruh keinginan dan akulah yang akan membuat kita kaya karena kita kaya”
Bak noda yang sama dengan bercak, semuanya tersusun tak terpeduli
Semuanya kelabu tak berwarna.
Huh…dia melanjutkan lantunan sendunya…
Kudatangi anak tangga yang lain, penuh warna warni
Terlalu kemilau, silau, menyakitkan mata terlebih hati
Tetangganya masih memilih butir beras di pembuangan sampah
Adik kandungnya masih menjadi penganggur tetap
Mertuanya harus dikafani dengan selendang sutra mas kawinnya
Kau tahu rasanya …..?
Author: Hadi Ld
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar